Baru Permulaan

Akhir nya karya tulis berupa cerita bersambung berjudul Puisi Terakhir sudah selesai dirilis di blog ini. Bagi ku ini adalah cita-cita yang sudah lama sekali ingin di wujudkan dari sekian banyak mimpi yang ku tulis di jurnal. Alhamdulillah, check list karya kali ini bisa di centang juga. Check !

Berawal dari itu, aku mencoba membuat kerangka cerita mulai dari bab 1 sampai bab 9 dengan tema yang sudah aku tentukan sebelumnya. Mencoba se detil mungkin menceritakan pokok yang akan di bahas per bab nya, hingga kesinambungan antara bab ke bab berikutnya agar tetap keep on track pada tema cerita.

Bukan hal mudah untuk memulai ini, minimal bagi ku, apalagi memang sudah lama tidak menulis cerita lagi semenjak menulis cerita pendek terakhir yang berjudul Balada Toilet yang sudah bertahun-tahun yang lalu. Makanya, aku merasa perlu membuat kerangka, agar bisa menjaga konsistensi dalam menulis. Jaga-jaga kalau tiba waktunya mood menulis ini hilang tak berbekas, lalu tiba-tiba ketika baca jurnal masih ada tanggungan menulis, aku sudah tahu harus memulai kembali dari mana.

Dan benar, sesuai perkiraan. Mood menulis itu ternyata sempat hilang, yang sempat membuat gelisah. Banyak sebab, diantara nya adalah ketika harus keluar kota ke Jember juga Madiun untuk beberapa hari di tiap minggu nya, kesibukan kerja, hingga memang pas tidak ingin sama sekali untuk menulis. Alhasil, jadwal rilis tiap minggu nya sempat tertunda. Harus nya awal Agustus itu sudah selesai, tapi harus sampai akhir Agustus bisa selesai nya.

Kadang ada masa nya ketika aku benar-benar malas untuk menulis, seperti sangat berat untuk memulai nya.

Sampai aku menulis di Jurnal sebagai Quote of the weeks bahwa :

Salah satu hal yang tersulit adalah menyelesaikan apa yang sudah dimulai

Seketika itu aku memaksa benar-benar diri ku untuk menyelesaikan cerita ini. Cerita yang sudah aku mulai, dan harus ada akhir nya. Dua bab terakhir adalah yang paling sulit. Sempat ada malam yang aku tidak tidur untuk sekedar menulis bab itu. Bukan tidak ada sebab, karena memang ada waktu luang nya pas ketika dini hari seperti itu. Sunyi, dan semua tidur dalam lelap nya.

Pada saat bab terakhir di rilis, lega rasa nya. Ini adalah karya ku, dimana masih banyak sekali kekurangan terutama pada kedalaman cerita, setting hingga alur. Banyak sekali hal yang kurang, tapi juga banyak sekali pelajaran yang bisa di petik. Karena memang ini baru permulaan.

Ya, ini semua baru permulaan. Masih bakal banyak karya tulis lagi yang sudah ada di otak ini dan ingin segera di tuangkan dalam tulisan.

Dan, bagi kalian yang punya kesamaan denganku, teruslah menulis !  Itu adalah hal yang menyenangkan.

***

 

5 thoughts on “Baru Permulaan

    1. Gampang terlena dan sering terlena he he he… Semangat menulis ya mbak ! Kepikiran juga menulis tentang parenting 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *