Bersulang

Kami mengangkat gelas bersama… Bersulang ! Gelas-gelas yang berisi teh panas, kopi susu, es mega mendung, hingga jus alpukat beradu membentuk bunyi yang khas… Memberi kami tambahan tenaga untuk tertawa bersama disela-sela pengucapan banyak mimpi yang ingin kami raih…

Itulah kami… Sekelompok pertemanan berisi takdir yang berbeda… Kami tidak pernah memesan menu yang sama… Itu agar kami bisa merasakan semua rasa yang ada di meja… Kami juga tidak pernah beranjak sebelum 2 jam sejak kami menjatuhkan pantat di kursi nyaman itu… Apalagi kami juga tidak pernah membawa uang lebih dari 15 ribu rupiah… Sebab embel-embel “siswa” masih mengikuti dibelakang nama kami…

Itu adalah kami… Kami 7-10 tahun yang lalu.. Yang mudah sekali untuk berkumpul dan saling berbagi.. Yang gampang dihubung meski sosmed yang ada kala itu hanya sms atau telpon rumah.. Kami benar2 ngobrol dalam 1 meja.. Tanpa ada yg berkutat laamaaaa dengan hape-nya atau tablet-nya…

Berapa saat yang lalu, saya merindukannya.. Merindukan kehangatan itu.. Tawa yang leepaaass itu… Saya merindukan mereka… Kawan-kawan lama saya…

Saat ini kita terpisah karena ketidakcocokan dalam waktu… Waktu masih belum berpihak pada kami… Waktu masih memberi kesempatan pada kami untuk meraih dulu mimpi2 kami… Mimpi yang telah terucapkan di saat masing2 dari kami menjadi saksi hidup…

Benar.. ! Kami berbeda ruang dan waktu… Tapi sesekali kami masih melakukan tradisi lama kami.. Yak.. ! Hati kami masih sesekali beradu.. Memekikkan bunyi khas-nya.. Saling mengingatkan.. Saling memberi… Masih dalam “menu” yg berbeda.. “Meja” yg juga berbeda…

Hati kami masih beradu… Mari bersulang… !!!

Sent from BlackBerry® on 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *