Bunda Piara

Sempat terpikir bagaimana mengajarkan anak menghafalkan sesuatu, semisal lagu atau mungkin materi lain yang dia harus bisa.

Bunda Guru nya membawakan buku pembantu untuk hafalan doa, hadist dan surat pendek. Sebagian besar sudah bisa, namun ada beberapa yang belum atau susah hafal nya. Saya coba sendiri hafalan juga susah. Niat dan tindakan kurang seimbang sepertinya.

Suatu hari, ada informasi masuk di grup ngobrol ibu-ibu bahwa anak-anak minta disuruh menghafalkan lagu Bunda Piara dalam rangka menyambut hari Ibu.

Kakak bercerita dengan semangat empat lima, bahwa ketika teman-teman nya belum banyak yang bisa itu lagu, tapi Kakak sudah fasih hafal di luar rambut kriwul nya.

Wow…!

Ketika semua sudah pada tidur, saya jadi teringat ketika Kakak masih bayi. Lagu itu yang selalu saya dan bunda nya nyanyikan sebagai pengantar tidurnya atau sebagai pereda isak tangisnya. Selalu.

Tapi, ketika dia sudah mulai umur tiga tahun, jarang sekali saya nyanyikan. Karena dia sudah lebih mengerti enaknya di pijat kaki nya sampai ketiduran. Dia masih ketagihan minta di pijat sebelum tidur sampai hari ini.

Poin nya, yang di butuhkan hanyalah di ulang-ulang terus menerus tanpa beban. Pengulangan itu akan masuk ke dalam memori di otaknya dan kemungkinan besar akan selalu dia ingat sepanjang masa.

Saya jadi ingin terus menerus menyampaikan hal baik padanya, meski saya masih banyak hal yang kurang baik. Tapi, percayalah saya berusaha untuk terus menjadi baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *