EksisTensi

Cover EksisTensi
Sebuah mini album, 5 lagu, 10 Oktober 2020.

Berhenti
ku minta waktu sebentar. berhenti, sejenak. biarkan ponselmu diam, lupakanlah, mereka. mari kita belajar tuk bicara tentang kita dan juga rencana. notifikasi teruslah mengambang, ada yang harus aku tanyakan. kapan kita bisa satu dalam tujuan ? berusaha untuk saling merasakan. aku dan kamu tercipta tuk bersama hingga datang ajal memisahkan kita.

ku tak bisa bila harus tak bersama (tetapi kalaupun harus ku tak apa apa)

kadang ku berpikir, apa yang kau cari, hingga kau tak sadari, banyak yang telah pergi. pikirkanlah lagi. ku bisa lebih penting, sebuah status story setelah aku pergi.


Membuktikan

dengar kabarmu disana, dari media sosial. tanpa ada kata yang bisa aku rasa. apa yang kamu inginkan seolah membuktikan bahwa kau pun bisa melakukan semua. tak pernah usai segala puji dan caci maki hanya ilusi, dekatkan diri penuhi hati, makna tersembunyi jangan berhenti

sadarkan dirimu itu manusia, yang punya batas dan tidak kekal. waktu melaju tak kenal lelah hingga saatnya kau tak menyesal

ku hanya ada disampingmu, semuanya itu pilihanmu


Merindu

makin tak terasa sudah sekian lama meredam rasa yang diabaikan. entah sampai kapan bisa bertahan melawan semua di kabar beranda. mereka hanya menerka-nerka apa yang terjadi diantara kita, coba di pikir apa yang jadi tujuan hari ini dan masa yang akan datang

ku merindu kamu

aku disini untukmu, akan selalu untukmu, menemanimu selalu, walau tak akan selalu tampak bagus. bagaimana kah denganmu ? apa engkau masih ragu ? di antara bayang semu yang hanya ada di dunia ambigu

tetaplah hadir di hatiku mengisi ruang yang membeku


Waktu

saat ini, waktu yang tepat untuk bersama. berbicara, jujur walau itu takkan kita suka. bahwasannya, ada yang salah tanpa kita sadar. melupakan, ego yang tak pernah punya dasar

kita bisa lalui ini, bersama hadapi ini, kita bisa lalui ini, kita bisa, kita bisa

Waktu kan jawab semuanya, Waktu kan mendewasakan

banyak yang tak terduga, menghantam yang sudah ada, hancur dan tak sempurna, masihkah ada harapan ? cobaan yang slalu hadir membawa hikmah yang tak di sangka


Bersama

semakin lama, larut hanyut dalam bayangan. tanpa tersadar, banyak hal yang terlewatkan. siapakah yang salah, siapakah yang benar. masihkah itu berguna untuk di tanyakan ? kita itu ada untuk berusaha yang terbaik yang bisa kita lakukan

 coba renungkan arti bersama, tanpa khayalan yang indah dan penuh retorika

hanya inginku, eksistensi melukaiku, membuatku ragu, dan akhirnya ku jatuh tersungkur. waktunya tuk kembali, waktunya tuk berdiri daripada selalu menyalahkan diri sendiri. hadapilah ini, jangan di tangisi seperti menunggu terbangun dari mimpi  


Terima kasih kepada : Allah SWT, pendamping hidupku – Tya, duo Fathya, Ibuk, Bapak (“pengen ngobrol, bentaaar aja, kangen pak”), mas ku, mbakyuku, Soemardi’s family, Soetopo’s family, Enconk (“lanjut kolaborasi yak”), Angga-Rane-Agus (obrolan kita membawa “racun” bagi sekitar), dan lain nya yang menemaniku berproses, terima kasih.


Sebagian kecil dari mini album – Eksistensi ini bahwa musik di buat pake aplikasi Bandlab, di tambahin vokal dan edit dikit pake Garageband, mic bm-800, dan soundcard v8. Sebagian besarnya dari mimpi terpendam beberapa tahun yang lalu, ide yang meluap-luap di pertengahan 2019, hingga mulai coba produksi di awal tahun 2020. Bukan sesuatu yang serius, makanya 10 bulan untuk 5 lagu 🙂