Kebiasaan Lama yang Baru

Ada dorongan buat nulis ini. Biar saya gak lupa aja. Biar jadi pengingat kelak. Kalaupun bisa jadi manfaat buat yang baca, Alhamdulillah.

Begini ceritanya…

Sekitar sebulan yang lalu saya mulai baca buku pemberian pinjaman dari teman. Buku itu membuat dan memaksa saya untuk punya kebiasaan baru. Yaitu, MENULIS BEBAS setiap hari !!!

Sebenarnya saya sudah tertantang buat nulis tiap hari itu di mulai Januari 2019 kemarin. Ketika saya ikutan #30haribercerita di Instagram. Suatu event yang dilakukan tiap awal tahun. Dengan posting tiap hari untuk bercerita. Seperti ini contohnya :

Posting seperti itu selama 30 hari coy..! Macam bikin cerpen. Cuma di Instagram. Deg-degan lho… tapi ternyata menyenangkan… !

Pikir saya, masa iya dalam sehari aja gak ada kejadian menarik yang bisa di ceritakan ? pastinya ada dong. Dan itu yang saya coba tuangkan dalam postingan di Instagram. Tahun depan semoga bisa ikutan lagi dan ngajak teman-teman yang se-frekuensi juga.

Kembali lagi agak jauh di 2007, ketika saya mulai nge-blog. Saya mulai mencoba menulis. Mencari ritme. Tapi, tidak konsisten. Jadi, selalu harus mulai lagi dari awal. Macam tulisan tidak ada peningkatan. Mungkin karena masih sebatas hobi ya. Kalau sempat ya nulis, kalau lagi gak mood ya good bye.

Kembali ke kebiasaan baru itu tadi. Buku tersebut membuat saya makin yakin bahwa dengan menulis bebas tiap hari bakal melatih kemampuan saya menulis. Lebih dari itu, belajar mengikat informasi lalu menuangkan apa yang ada dalam pikiran menjadi suatu karya.

Ini adalah sebuah proses dari input menjadi output. Dari membaca, melihat, mengamati. Dilanjut dengan menganalisa, membuat kesimpulan. Lalu dikeluarkan melalui tulisan, visual maupun verbal.

Dalam buku ini juga dijelaskan tentang teknik-teknik menulis bebas seperti apa.

Kalau saya lebih memilih, menulis bebas (sebebas-bebasnya) bahkan tanpa perlu memikirkan menulis tentang apa, kalimat pertama apa, judulnya apa. Menulis saja tanpa berpikir. Dengan durasi waktu cukup 10 menit saja. Setelah itu selesai. Kalau masih ingin, ulangi saja lagi.

Menulis bebas bukan tentang hasil, tapi tentang proses.

Saya jadi mikir, bukannya ini mirip-mirip bikin diary atau buku harian ya ?! Ya, kalau di baca ulang tulisan saya, mirip seperti menulis apa yang di alami, yang ada di pikiran, apa yang saya baru tau. Mirip dengan buku harian.

Dulu waktu saya SD, anak laki-laki punya buku harian seolah cemen ya… banyak yang bully. Tapi, ternyata itu justru banyak melatih otot pikiran kita. Nah, sekarang di umur segini, saya malah baru belajar menulis “diary” ha ha ha

Taruhlah ini pembelajaran buat saya yang juga orang tua dari dua anak perempuan.

Di situlah. Dalam tulisan itulah, kadang justru menimbulkan ide baru atau inovasi. Bahkan dapat lebih mengenal diri kita sendiri.

Saya biasa menulis bebas ini setiap pagi, baru bangun tidur. Ketika pikiran masih fresh, belum di jejali dengan berbagai informasi di ponsel via media sosial dan kanal berita. Ketika akumulasi dari pengalaman apa yang di alami sebelum kita tertidur.

Dengan belajar menceritakan kembali baik secara verbal maupun tulisan, artinya bisa di ukur sejauh mana kita menerima setiap informasi dan mengembangkan nya berdasar versi kita.

Jadi ini adalah kebiasaan lama yang baru. Yuk, makin banyak membaca dan Selamat menulis bebas…!

Dengerin juga sekilas pembahasan ini di podcast Balon Udara yah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *