Kehendak-Nya

Saya bertemu dengan kekuatan ikhlas di malam sebelum Hari Raya Idul Adha tahun ini.  Saya juga bertemu keprihatinan mental dan hati juga di waktu yang sama.  Seseorang terdekat saya di jambret di tengah jalanan ramai kota Malang.  Semalaman saya sempat berfikir tentang sangkut paut semua ini, apakah ada hubungannya ? ahh… sampai ketiduran-pun saya belum dapat jawabannya…

Peristiwa penjambretan di tengah keramaian jalan dan tidak ada seorangpun yang menolong… mereka hanya bersimpati… OK… itu perlu… tapi apakah cukup ? mental apa ini di negara dengan budaya tolong menolong sesuai pelajaran PPKN kan ? kalau jaman dulu saya sekolah…. dan soal hati, di malam yang penuh dengan takbir seseorang tega menjambret perempuan yang lengah…. apakah ada hati disitu ? saya belum mempertimbangkan sudut pandang penjambret itu tapi dengan kelakuan yang ia lakukan saya dapat simpulkan… Ilmu agamanya ndak kuat, ia kalah dengan nafsunya juga egois karena tidak memikirkan kesulitan orang lain…

Terbesit pembelajaran disitu, ketika saya lihat seseorang yang dijambret itu berkata, “InsyaAllah saya ikhlas, mungkin ini salah satu kurban saya…” mendengar jawaban ini saya tiba-tiba terdiam… ada yang bisa diambil hikmah dari semua kesulitan…

Senyum meredakan sebagian kesulitan kita.  Kalau memang bulan bisa ngomong, dia juga akan bilang, “apa saja yang terjadi di dunia ini semua karena ijin dan kehendak-Nya…”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *