Ketetapan Hati

Coba kau bayangkan apa yang terjadi dengan hatiku saat ini. Saat di mana kau teguh dengan kerasnya pendirianmu. Tidak sadarkah kau, aku begitu mengkhawatirkanmu. Salahku memang bila terlalu memperdulikanmu. Tapi ini murni tentang perasaan. Perasaan. Tidak ada logika sama sekali. Aku berdiri di sini seolah tegar apa yang akan kuhadapi. Tentang perkataanmu. Tentang tangisanmu.

Aku telah menetapkan hati ini untukmu. Seolah aku telah mengingkari bayangan yang lain dalam hatiku. Akal sehat ini sudah tidak melakukan kerjanya dengan baik. Aku mulai tersudut dengan rasa bersalahku sendiri. Duduk sendiri di pojok hati yang mulai retak dinding-dindingnya.

Aku hanya ingin kau tahu. Aku hanya ingin kau mengerti. Bukan untuk egois. Bukan untuk membela diri. Bukan untuk membuka tabir kebobrokan diri setelah sekian lama terkubur tidak terpedulikan. Tapi, hanya karena aku sangat menyayangimu.

Tak sadarkah kau.
Tak pahamkah kau.
Tak mengertikah kau.

Dan bila rasa ini mengikis lapisan cintamu sedikit demi sedikit padaku. Dan bila aku semakin sakit dengan ketetapanku sendiri. Aku hanya ingin kau dapat memahamiku sebagai seseorang yang menyayangimu mulai dari aku mengenalmu sampai aku tulis hal ini untukmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *