Mencoba dan gagal, lalu apa lagi ?

Ternyata aku sering gagal dalam mewujudkan usaha, tapi baru sadar setelah menemukan file-file ketika transfer data dari laptop ke komputer desktop di rumah. File itu jadi sejarah yang sempat terlupakan bahwa aku pernah berproses.

Ada suka dan duka ketika membuka file itu satu per satu.

Suka, karena kesannya, “wow…! aku pernah sampai mikir kayak gini ya…!” | “Sangar, hebat ya sampai buat laporan yang agak ribet seperti itu.” Dan masih banyak komentar dari diri sendiri yang lebih banyak membanggakan. Dan ada rasa lain di saat bersamaan.

Duka, karena dari banyak file yang aku buka itu tidak ada satupun yang jalan sampai sekarang. Dengan kata lain, gagal.

Kalau di tanya kenapa sampai gagal, ya pastinya aku bakal menyiapkan banyak sekali pembelaan agar tidak terlalu menyakitkan. Jadi, mending tidak perlu di bahas detil.

Ya, menyakitkan memang. Karena beberapa ide yang tertuang pada file itu saat ini sudah menjadi sesuatu yang tren dan sukses di jalani orang lain. Trenyuh dalam penyesalan, sepertinya ini penyebab kegagalannya.

  • Tidak konsisten, akibat dari fokus yang teralih kan
  • Tidak berani ambil resiko yang lebih besar
  • Tidak tahu ilmu yang benar

Dari satu usaha ke usaha yang lain nya masih saja gagal karena poin-poin diatas berlanjut terus menerus. Sampai pada suatu ketika aku menyerah.

Nah, pada titik ini biasanya aku ada pengalihan, yaitu fokus pada kerjaan di kantor. Ini jadi hal yang ternyaman yang belum tentu berakhir baik. Karena pada suatu waktu nanti, aku pasti bertemu dengan tantangan usaha lagi. Berproses pada sesuatu yang nyaman, bisa jadi tidak berkembang.

Dan, itu memang benar.

Tapi, kali ini tawaran dari seorang teman untuk berkolaborasi untuk menggarap suatu usaha. Aku sudah menduga nya, aku pasti bertemu dengan ini. Detilnya akan aku tulis di postingan yang lain.

Satu hal yang pasti, kali ini aku ingin melakukannya dengan benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *