Menyambut THR… [#24]

Saya, Bunda, dan Kanya berangkat agak pagi hari ini. Selain mengantar Kanya ke sekolah, juga mau mengambil motor yang sempat di tinggal di sana karena hujan yang tak kunjung berhenti. Pukul setengah tujuh pagi, kami sudah keluar dari rumah. Kanya bilang kalau sedang lapar, maklum malamnya sempat muntah yang di awali dari batuk karena tersedak air liur. Ini mirip kebiasaan Bundanya. Sebelum sampai rumah mertua, Istri beli kue basah dan nasi kuning untuk Kanya sarapan nanti.

Ketika sampai, Istri langsung menyiapkan Kanya untuk sarapan, sedangkan saya menurunkan barang di mobil dan langsung menyiapkan motor. Tampak Ayah mertua sedang membaca koran di teras rumah. Saya bersiap untuk berangkat kerja dan pamit kepada Kanya, Istri dan Ayah mertua.

Sampai di kantor dan mulai bekerja, tiba-tiba terdengar suara dari bagian keuangan dan manager operasional. Saya perhatikan benar suara obrolan ini meskipun saya sedang bekerja. Hingga kemudian muncul satu kata yang membuat senang hati ini. Kata itu adalah THR.

Ya, THR atau Tunjangan Hari Raya akan di luncurkan hari ini. Orang-orang agak terkejut juga karena proses nya lumayan cepat hingga di setujui oleh pusat. Teman-teman kerja lainnya sudah tampak merasa lega karena penantiannya telah datang. Saya biasa saja, yang lega justru Istri saya.

Pada malamnya, melalui bantuan Istri, THR itu saya manfaatkan untuk modal awal pembayaran pembelian domain dan hosting untuk proyek yang sedang saya kerjakan. Semoga saja dari modal keberanian ini dapat membuka pintu rezeki yang lain dan tentu saja mendapat pengetahuan baru. Ilmu baru.

Mari semuanya, bersiap untuk menyambut lebaran THR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *