Ndeso ! [5]

Jiwaku dan kehidupan adalah pengembara malam
Jikalau langkahnya semakin kencang, maka semakin dekatlah ia menghampiri sang fajar

Kuberikan lilin ini untukmu agar kau tidak salah langkah di malam hari
Jikalau langkahmu semakin kencang, jagalah dia agar tidak mati
Sampai sang fajar dapat kau temui

Tersenyumlah…
Dan tiup lilin itu sebagai tanda kau telah bertemu dengan sang fajar
________________________________________________

Kau tau kawan puisi diatas karangan siapa ???
Ini asli dan original karangan Tya…
Iya… Saya tau…?! Kalian tidak percaya bukan ? dan benar.. Apalagi saya…!! Sangat tidak percaya… ! Ha ha ha…

Itu adalah puisi sebagai hadiah ulang tahun saya kalo tidak salah 10 thn yg lalu ketika saya umur 17 thn… Saya suka dengan puisi itu… Sangat puitis dan penuh makna..! Ketika saya nanya ke tya kala itu dia cuma bilang, “itu kepikiran pas pagi tadi aku lagi pub ! Ha ha ha”

Ok, tak jadi soal.. ! Saya terima puisi itu dan lilin sungguhan sebagai hadiah.. Dan kau tau kawan.. Kertas puisi dan lilin itu masih saya simpan… Ha ha ha… Meski uda sangat kusam… Saya fikir.. Suatu saat ini bakal jadi kisah klasik untuk masa depan… !

Malam itu, ketika tya tepat berumur 26 thn saya menghadiahkan tas kecil eiger dan jam vintage yang entah kenapa dia suka barang-barang itu yg bagi saya biasa saja dan terkesan “ndeso” tapi itulah dia yang punya “own style”.. Sangat khas…

Dia bilang, “wei.. Fahrur… Ini kan mahal… Aku terharu….” Suasana malam di cafe itu memang mendukung tya untuk terharu dan ya.. Saya sudah menyiapkan tisu di meja. Saya hanya tersenyum dan bilang, “ahh ndak apa-apa kok hun..”

Jauh dalam hatiku berkata, “hun… Ini msh ndak sebanding daripada hadiah ultahmu padaku 10 thn lalu yang sangat berarti buatku”

Sent from BlackBerry® on 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *