Pilihanku

Ada yang sering terngiang-ngiang di telingaku, begitu jelas saat aku menyuarakan lagi kata-kata itu.  Kata mutiara di sebuah film “Evan Almighty”.  Yang bercerita tentang Tuhan yang memerintahkan seseorang untuk membuat kapal besar untuk menyelamatkan banyak orang dari bencana yang luar biasa yah, mirip seperti cerita tentang nabi Nuh.  Di situ ada kata seperti ini.
  Saat kita berdoa memohon kesabaran kepada Tuhan, bukan kesabaran yang kita dapatkan tapi peluang untuk menjadi sabar “

Aku me-review akan doaku dan kira-kira apa yang Tuhan kasih setelah itu… Yup… Ketika aku memohon akan kesabaran, maka aku di beri cobaan yg menguji benar kesabaranku.  Di situ akulah yang harus memilih, peluang mana yang akan aku pilih, menjadi sabar atau tidak.  Begitu pula dengan memohon ampun atas segala dosa, makin banyak peluangku untuk berbuat dosa, tapi mana yang harus aku pilih ? Di situlah persoalannya.
Begitu banyak peluang baik yang mungkin sering aku lewatkan, dalam doaku itu-pun sering aku mendustai diri sendiri… Aku memiliki banyak impian, setelah ini mungkin akan lebih banyak lagi, karena pemikiranku sudah berubah dari hari ke hari… satu hal yang tidak ingin aku lewatkan adalah Peluang yang bagus.  Aku hidup di antara banyak peluang, mana yang aku pilih akan menentukan hidupku selanjutnya, hidup ini penuh dengan pilihan dan aku memang harus memilih dan Tuhan tahu apa yang terbaik buat diriku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *