Satu Hari yang Penuh dengan Maaf

Ramadan tahun ini penuh kesan. Paling tidak untuk saya.

Terasa lebih dekat. Dengan Allah SWT. Terasa lebih saling membutuhkan. Dengan keluarga kecil saya yang besar-besar ini.

Pada akhirnya, ingin sekali bertemu kembali di ramadan tahun depan.

Ini semua masih belum termasuk dengan berat badan saya yang turun sampai lima kilogram lho… ha ha ha

Banyak bersyukur dari setiap petunjuk dan rejeki yang di kasih. Awal puasa sudah ada informasi bahwa istri mau diklat ke Bandung tiga minggu. Padahal baru saja saya bilang, “puasa tuh adalah momen buat keluarga kumpul….”

Bayangan keresahan sudah tidak karuan rasanya.

Setelah banyak mengadu beberapa malam, eh kok tiba-tiba diklatnya tidak jadi. Diundur sampai perkiraan tahun depan. Alhamdulillah. Momen kumpul keluarga bisa benar terjadi.

Kumpul keluarga juga terasa lebih nikmat karena bisa mengundang datang di acara syukuran tambah umurnya adik. Semua terasa guyub. Saya makin bersyukur.

Ada juga tes kerjaan buat saya di ramadan kali ini. Jadi bertambah harapan. Harus makin tambah juga doanya. Pikir saya setelahnya.

Yang terdekat adalah yang sangat berpotensi untuk saling menyakiti. Itu tak terhindarkan kawan….

Dengan istri maupun anak-anak. Rasanya kok ada saja yang buat marah itu. Satu alasan buat tetap harus sabar dan mengalah adalah kebutuhan kami sama Allah SWT.

Hingga usai ramadan. Takbir berkumandang. Sholat ied terlaksana. Kami berkumpul satu sama lain. Saling berpelukan. Menahan tangis. Mengucap maaf.

Itu adalah satu hari yang penuh dengan kata maaf yang terucapkan. Alhamdulillah.

Selamat Idul Fitri 1440 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *