Terpejamnya Mata Ini

Tumben-tumbennya ketika saya baca Al-Quran bentar saja jadi inget akan mati. Iya… mati. Tanpa sadar air mata ini meleleh sodara-sodara…tapi cuma sedikit kok.. gak sempat netes juga.. cm mata ini berair.. itu aja… terbesit pikiran bahwa saya cemen banget yak… tapi ada sedikit pembenaran juga bahwa ternyata hati saya masih tidak se”keras” yang saya perkirakan…

Dan pada suatu kesempatan saya bertanya kepada istri, “kira-kira nanti… siapa ya yang dipanggil duluan oleh Allah ya hun… ?
Istri saya diam sesaat dan menjawab, “yang terbaik menurut Allah aja hun…”
Seketika itu juga saya langsung memejamkan mata ini… membiarkan dunia ini menjadi gelap, membiarkan wajah yang saya sebut “pipi merah” itu menghilang…

Betapa… apapun yang saya cintai di dunia ini pada akhirnya pun akan saya tinggalkan dan meninggalkan… Allah tahu apa yang terbaik… Allah tahu apa yang menjadi kelemahan saya… Allah tahu kondisi hati saya yang tak sempurna ini…

Tiba-tiba ingat ketika almarhum bapak saya juga sempat bilang ke ibu bahwa mending bapak aja yang dipanggil duluan karena mungkin tahu bahwa kalau ibu dulu yang meninggal, bapak bisa saja sangat kehilangan dalam hidupnya. sedangkan ibu insyaAllah lebih kuat dalam menghadapinya.

Aahh… entahlah.. mungkin saya masih melow dan tertegun setelah baru aja ibu mertua saya meninggal…
tapi saya sempat bilang ke istri saya di tengah pembicaraan itu, “mending…. saya duluan aja ya hun…?!”

Dan mata saya pun masih terpejam….


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *