Yang Saya Perhatikan Ketika Makan diluar

Jika semua orang mau menyapu halaman mereka sendiri, seluruh dunia ini akan bersih

Bunda Teresa

Pertama kalinya saya langsung takjub lihat kelakuannya orang-orang bule. Ketika siang-siang ke Mc D. Saya baru datang, buka pintu. Segerombolan bule barusan selesai makan dan mau bubar. Istri langsung menuju kasir sekalian pesan. Saya cari tempat sambil memperhatikan orang-orang putih itu.

Takjub adalah ketika mereka segera membereskan sisa makanan mereka berikut kertas dan tisu, lalu menuju kotak besar – yang saya baru tau kalau itu tempat sampah. Mereka membuangnya, lalu merapikan nampan di atasnya. Berlanjut pergi keluar. Meja yang di tinggalkannya sudah bersih. Segera ditempati orang lain.

Sekali lagi, saya takjub. Hingga gak dengar pas istri saya memanggil.

Kau tau kawan, mereka mengajari saya dengan contoh *yang tanpa mereka sadar*. Entah berapa banyak orang yang aware juga dengan hal itu selain saya. Karena menurutku, it’s such a good things…!

Saya diskusi dengan istri setelahnya itu. Istri ternyata sudah tau lebih dulu. Terlihat jelas siapa yang kurang peka disini.

Mungkin ini lah kenapa di beberapa negara lain yang saya tonton di chanel traveling macam di eropa, jalanan dan trotoar bisa bersih gitu ya. Tempat makan biasa di pinggir jalan bisa jadi indah banget gitu rasanya.

Sejak saat itu, saya ingin mencontoh hal kecil itu. Paling tidak bisa jadi contoh juga buat anak. Bukankah ini termasuk adab. Dan adab kudu di ajarkan sejak kecil.

Jadi, setiap selesai makan di rumah makan, restoran bahkan warteg sekalipun. Piring, mangkuk dan gelas di tata rapi. Baru kemudian di tinggal. Tentunya setelah bayar ya he he he

Mungkin efeknya kecil. Tapi, paling tidak ini membantu pekerjaan orang lain lho. Para pramusajinya, bagian nyuci di dapurnya. Bahkan orang lain yang duduk di situ bisa langsung duduk aja, tanpa harus merasa risih dan manggil pramusaji biar segera dibersihkan mejanya.

Membantu dalam hal apa ? ya, memudahkan dan mempercepat pramusaji dalam proses membersihkan meja. Selain itu, karena semua sisa makanan seperti tulang, tisu, plastik di jadikan satu di piring bagian atas, maka memudahkan bagi yang nyuci di dapur. Tinggal langsung buang lalu di cuci semua. Logika saya sih mikir seperti itu, karena saya sering jadi bagian cuci piring di rumah ketika ada hajatan.

Dan bukti kekurang peka-an nya saya, bahwa ternyata kegiatan seperti ini sudah di kampanyekan beberapa tahun belakangan dengan hastag #tumpukditengah ! Ya, karena males nyari tau dan mungkin lupa nyari. Tersita perhatian dengan rutinitas yang menenggelamkan…he he he

Ini adalah ajakannya yang di kampanyekan oleh Ceriteranya dalam bentuk video di youtube.

Lalu ada video lain yang menceritakan pengalaman pramusaji bila ada pelanggan yang melakukan kegiatan #tumpukditengah

Ternyata hal kecil yang bisa kita lakukan bisa bermakna cukup besar buat orang lain kan.

Hal lain yang pengen saya tulis ketika makan di luar atau di rumah makan adalah HABISKAN MAKANANMU !

Sebelumnya, coba baca deh beberapa artikel ini :

Yups, negara kita ini menduduki peringkat kedua di dunia untuk urusan penyampah makanan. Semoga salah satunya bukan kita yang jadi kontributornya. Meskipun memang beberapa faktor lain yang mempengaruhi. Tapi, paling tidak kita bisa mulai dari hal yang kecil dan dekat dengan keseharian kita.

Oke. Memang sudah bayar sih. Sudah kenyang juga. Atau ada keperluan mendadak misalnya. Hingga makanan yang sudah di pesan dan tersaji di depan mata jadi gak habis. Bukankah bisa minta tolong di bungkuskan ?! buat di bawa pulang. Siapa tau di rumah ada yang mau makan atau di taruh kulkas dulu untuk di makan kemudian.

Beberapa tempat makan memang ada charge tambahan buat ganti kotak bungkusnya. Paling seribu atau dua ribu. Tapi biasanya bagus kok. Atau bagusnya lagi, bawa kotak makan sendiri. Itu yang biasa di lakukan istri saya… he he he. Selalu bawa Tumbler dan Tupperware di mobil.

Saya percaya ada keberkahan di tiap makanan yang di makan. Islam juga mengajarkan seperti itu yang terlebih dulu di contohkan oleh orang tua saya. Sekarang saatnya saya mencontohkan untuk kedua anak saya.

Sebuah tindakan kecil yang bisa dilakukan untuk membantu orang lain, ya lakukan saja !
Karena kita ini… manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *